Kurniawan Dwi Yulianto: Mentalitas Pemain Indonesia Lemah!

Hal ini menurut Kurniawan Dwi Yulianto sangat berbeda dengan sistem persepakbolaan di Eropa.
Kadang mentalitas pemain yang masih kurang di Indonesia, karena sejak kecil tidak pernah diajarkan untuk menguatkan mental menjadi mental juara, ujar Kurniawan Dwi Yulianto beberapa waktu lalu.
Sedangkan di Eropa sudah melakukan itu, jadi sejak dini para pemain di Eropa sudah mempunyai jiwa kompetitif meskipun pengajarannya tidak berbeda jauh dari kita di Indonesia, tambahnya.
Sosok legendaris yang akrab disapa Si Kurus ini pun memberikan contoh kecil mengenai perbedaan pembinaan sepakbola di Eropa dengan di tanah air.
Soal makan, di Eropa pemain usia 13 tahun saja sudah tahu apa makanan yang tidak boleh dimakan seorang atlet, tuturnya.
Di sini hal itu masih sulit, bahkan level senior juga kadang harus diingatkan dulu mana yang boleh dimakan atau tidak, imbuh Kurniawan Dwi Yulianto.
Kurniawan Dwi Yulianto sendiri pernah merumput di Eropa. Pada tahun 1994, ia bergabung dengan klub Liga Italia Serie A, Sampdoria, meskipun hanya sebentar. Ia juga sempat berkarier di Swiss bersama FC Luzern.
Sang legenda pun memberikan pesan untuk gelandang muda berbakat Indonesia, Evan Dimas Darmono, yang kini sedang mengikuti latihan bersama di klub Spanyol, Espanyol B.
Pesan saya, (Evan Dimas) jangan berhenti belajar dan menyerah, tapi yang terpenting tetap rendah diri, kata Kurniawan Dwi Yulianto.
Jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan karena Evan Dimas saat ini sudah berada di jalur yang benar dengan memilih Spanyol, tambahnya.

rocketsfanshop.com sbobetsg com Sumber: Sidomi