Tanpa Neymar, Brasil Yakin Masih Bisa Menangi Copa America 2015

, Santiago – Brasil sukses meraih satu tiket ke babak perempat final Copa America 2015 setelah membungkam Venezuela dengan skor 2-1 dalam laga terakhir di Grup C yang berlangsung di Estadio Monumental David Arellano, Santiago, Cile, Selasa, 22 Juni 2015. “Kini kami memasuki fase tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apa pun. Karena kesalahan pada fase ini hanya berarti kekalahan. Ini akan sulit,” kata pelatih tim nasional Brasil, Carlos Dunga. Dua gol Brasil yang bersarang di gawang Venezuela dicetak Thiago Silva pada menit ke-9 dan Barbosa de Oliviera pada menit ke-51. Sedangkan satu-satunya gol balasan Venezuela dicetak Fedor Flores pada menit ke-84. Kemenangan tersebut membuat Brasil berhak tampil pada babak perempat final dengan status juara Grup C, sedangkan Venezuela terlempar ke peringkat keempat klasemen dan secara otomatis tersingkir dari turnamen ini. Pada saat yang sama, Peru dan Kolombia—keduanya juga berada di Grup C bersama Brasil dan Venezuela—bermain imbang tanpa gol di Estadio Municipal Germán Becker, Temuco. Hasil tersebut membuat Peru naik ke peringkat kedua Grup C dengan 4 poin, sedangkan Kolombia harus puas finis di peringkat ketiga dengan poin sama. Keduanya lolos ke perempat final. Cile dan Bolivia sudah lebih dulu melaju ke perempat final dari Grup A. Adapun Grup B meloloskan Argentina, Paraguay, dan Uruguay. Walhasil, kontestan di babak perempat final sudah lengkap. Brasil harus melalui jalur yang cukup berliku sebelum bisa mencapai final. Sebab, di perempat final nanti mereka harus mengalahkan Paraguay, tim yang menjadi finalis Copa America 2011. Jika Tim Samba—julukan Brasil—sukses membungkam Paraguay, mereka masih belum bisa bernapas lega. Sebab, di semifinal, mereka akan dihadang Argentina atau Kolombia. Keduanya, tentu saja, bukan tim yang mudah ditaklukkan. Argentina merupakan tim paling populer di Amerika Selatan bersama Brasil. Di sana ada Lionel Messi, Carlos Tevez, Sergio Aguero, dan Gonzalo Higuain. Adapun Kolombia, meski tak sebeken Argentina, tak kalah gereget. Mereka mengalahkan Brasil dengan skor 1-0 pada babak penyisihan Grup C, pertengahan pekan lalu. Dalam laga tersebut, Brasil kehilangan pemain bintang mereka, Neymar, yang mendapat kartu merah setelah bertengkar dengan Carlos Bacca, pemain depan Kolombia. Akibatnya, Neymar mendapat sanksi berupa skors empat pertandingan. Ini menjadi pukulan telak bagi Brasil karena mereka tak akan lagi bisa memainkan Neymar. Jika Brasil lolos ke partai final, mereka akan menghadapi tuan rumah Cile atau Uruguay. Lagi-lagi ini bukan pilihan mudah. Uruguay merupakan juara Copa America 2011, sementara Cile adalah tuan rumah Copa America 2015. Cille bahkan sudah membuktikan kekuatan mereka. Dalam 18 pertandingan di babak penyisihan grup, misalnya, hanya Cile yang mampu memenangi laga dengan selisih gol lebih dari satu. Adapun tim-tim lain, seperti Brasil dan Argentina, tak pernah menang dengan selisih lebih dari satu gol. Ini menunjukkan bahwa kekuatan setiap peserta Copa Amerika tahun ini cukup merata. “Sejak awal saya tahu ini bukan turnamen yang mudah, tapi sekarang kami cukup percaya diri. Selama para pemain menunjukkan kualitas mereka, saya sama sekali tidak khawatir,” tutur Dunga. Babak Perempat Final (24-27 Juni 2015): 1. Cile vs Uruguay; Rabu, 24 Juni 2015 2. Bolivia vs Peru; Kamis, 25 Juni 2015 3. Argentina vs Kolombia; Jumat, 26 Juni 2015 4. Brasil vs Paraguay; Sabtu, 27 Juni 2015 Semifinal (29-30 Juni 2015): 1. Pemenang laga nomor 1 vs pemenang laga nomor 2 2. Pemenang laga nomor 3 vs pemenang laga nomor 4 Perebutan tempat ketiga (3 Juli 2015): Yang kalah dari semifinal 1 vs 2 melawan yang kalah dari semifinal 3 vs 4 Final (4 Juli 2015): Pemenang laga semifinal 1 vs 2 melawan pemenang laga semifinal 3 vs 4 | | | DWI RIYANTO AGUSTIAR

Sumber: Tempo.co